DAKWAH SUNNIY


PENGAJARAN TAUHID MENURUT SUNNIY VS WAHABI

Posted in Inilah Ahlussunnah Wal Jama'ah,Wahabi oleh dakwahsunniy pada 19 November 2009

Kelompok Wahabi melarang belajar tentang apa yang dinamakan sifat 20 atau i’tiqad 50 dengan alasan tidak ada dasar dan asas, tidak ada teladan dan panduan, tidak ada pada masa Rasulullah, tidak ada pada masa Shahabat, Tabi’in, Tabi’ittabi’in, Salaf dan Khalaf.

Kelompok Ahlussunnah (Sunniy) mengatakan bahwa belajar sifat 20 atau i’tiqad 50 adalah penjabaran dan pemahaman serta pengamalan hadits Rasulullah yang berbunyi “Awal-awal agama adalah mengenal Allah”. Bagaimana cara mengenal Allah sedangkan Allah tidak bisa dilihat, tidak bisa diraba, tidak bisa didengar? Kelompok Ahlussunnah mengatakan bahwa mengenal sifat Allah adalah syarat untuk mengenal Allah. Sebenarnya sifat Allah bukan hanya 20 sifat, sifat Allah itu segala sifat kesempurnaan yang tidak ada yang tahu jumlahnya kecuali Allah sendiri. Ulama Ahlussunnah hanya mewajibkan mengenal 20 sifat Allah karena 20 sifat itu ada nashnya dalam Al-quran dan Hadits.

Sifat 20 tersebut adalah;

  1. Wujud    :    Ada Dzat Allah.
  2. Qidam    :    Tidak Ada Yang Mendahului Bagi Adanya Allah.
  3. Baqa’    :    Tidak Dihubungkan Oleh Tiada Pada Adanya Allah.
  4. Mukhalafatuhu Lilhawadits    :    Tidak Sama Dzat Allah Dengan Segala Makhluk.
  5. Qiyamuhu Binafsihi     :    Tidak Memerlukan Dzat Karena Allah Adalah Dzat, Dan Tidak Perlu Kepada Yang Menentukan (Mukhash-Shish).
  6. Wahdaniyyah    :    Tidak Sama Dzat Allah Dengan Dzat Yang Lain, Tidak Tersusun Dzat Allah Dari Unsur-Unsur, Tidak Sama Sifat Allah Dengan Sifat Yang Lain, Tidak Berbilang Sifat Allah, Dan Tidak Ada Yang Menciptakan Perbuatan Pada Selain Allah.
  7. Qudrah    :    Maha Kuasa Dzat Allah Pada Segala Sesuatu Yang Jaiz.
  8. Iradah    :    Maha Berkehendak Allah Dalam Segala Penciptaan, Artinya Segala Sesuatu Terjadi Atas Kehendak Allah, Apa Yang Dikehendaki Allah Pasti Terjadi, Apa Yang Tidak Dikehendaki Allah Pasti Tidak Terjadi.
  9. Ilmu    :    Maha Mengetahui Dzat Allah Segala-Galanya.
  10. Hayyah    :    Maha Hidup Dzat Allah, Tidak Dengan Nyawa Tetapi Dzat Itu Sendiri Memang Dzat Yang Hidup.
  11. Sama’    :    Maha Mendengar Dzat Allah Terhadap Segala Yang Ada, Baik Bersuara Atau Tidak Bersuara.
  12. Bashar    :    Maha Melihat Dzat Allah Akan Segala Yang Ada, Baik Berbentuk Atau Tidak.
  13. Kalam    :    Maha Berkata-Kata Dzat Allah, Tidak Dengan Lidah, Tidak Berhuruf, Tidak Bersuara Tidak Ada Awal Dan Tidak Akhir.
  14. Qadiran    :    Yang Maha Kuasa.
  15. Muridan    :    Yang Maha Berkehendak.
  16. ‘Aliman    :    Yang Maha Mengetahui.
  17. Hayyan    :    Yang Maha Hidup.
  18. Sami’an    :    Yang Maha Mendengar.
  19. Bashiran    :    Yang Maha Melihat.
  20. Mutakalliman    :    Yang Maha Berkata-Kata.

 

Kelompok Wahabi melarang belajar sifat-sifat tersebut diatas. Mereka menciptakan suatu model pengajian tauhid sendiri yang mereka namakan dengan “Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah”.

Dalam pencetusan dan penerapan metode pengajian tersebut sesungguhnya wahabi lupa bahwa sesungguhnya metode itu pun belum ada pada masa Rasulullah dan pada zaman sahabat. Berarti metode itu adalah metode yang juga tidak ada asas dan dasar, tidak ada tauladan dan panduan, berarti bid’ah, sesat dan neraka.

Dua 2 jenis ilmu tauhid dalam kelompok Wahabi :

  1. Tauhid Rububiyah yaitu tauhidnya orang kafir dan tauhidnya orang musyrik yang menyembah berhala, atau dengan kata lainnya “Tauhid” orang yang syirik.
  2. Tauhid Uluhiyah yaitu tauhidnya orang Mukmin, tauhidnya orang Islam serupa iman dan Islamnya puak Wahabi.

Wahabi mengatakan bahwa dalam Al Quran terdapat ayat tentang tauhid Rububiyyah, yaitu:

“Katakanlah (Wahai Muhammad): Kepunyaan siapakah langit dan bumi dan semua isinya kalau kamu mengetahui? Mereka akan menjawab: Kepunyaan Allah. Katakanlah kepada mereka: Mengapa kamu tidak mengambil perhatian?” (Al-Mukminun:84-85)

Dengan ayat ini kaum Wahabi mengatakan bahwa orang kafir pun percaya kepada adanya Tuhan tetapi imannya tidak sah kerana menyembah berhala disamping pengakuannya kepada adanya Tuhan yaitu Allah.

Dalil lain yang ditunjukkan oleh Wahabi adalah:

“Dan kalau engkau bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menjadikan matahari dan bulan, mereka akan menjawab: Allah. Maka: Bagaimana kamu berpaling daripada kebenaran?” (Al-Ankabut:61)

Jadi, kesimpulan pemahaman Wahabi adalah bila ada orang yang mengakui adanya Tuhan tetapi menyembah selain Tuhan maka adalah orang tersebut bertauhid Rububiyah yaitu Tauhidnya orang yang mempersekutukan Allah.
Adapun Tauhid Uluhiyah ialah tauhid yang sebenar-benarnya yaitu mengesakan Tuhan sehingga tidak ada yang disembah selain Allah.
Demikian pengajian Wahabi.

Lihatlah falsafah Wahabi. Orang kafir yang mempersekutukan Tuhan digelar kaum yang ber-Tauhid Rububiyyah. Adakah Sahabat-sahabat Rasulullah menamakan orang musyrik sebagai ummat Tauhid? Tidak!

Ahli Tauhid dipastikan masuk surga walau maksiat sekalipun. Namun apakah orang musyrik juga masuk surga karena mereka bertauhid rububiyyah?. Jika YA, maka itu kontradiksi dengan SYIRIK, jika TIDAK, maka itu kontradiksi dengan TAUHID. Ajaran tauhid wahabi adalah ajaran tauhid yang gila dan membingungkan.

Syirik artinya bersekutu (banyak), Tauhid artinya Satu (tidak banyak). Mungkinkah menurut akal sehat bahwa Syirik dan Tauhid bersatu pada satu orang pada waktu yang sama? Pada hal sesungguhnya ini adalah 2 perkara yang berlawanan bagai siang dengan malam. Mungkinkah dan pernahkah siang dan malam bersatu?
Tidak pernah dan tidak mungkin menurut sunniy. Tidak pernah dan mungkin saja menurut wahabi.
Jelas faham wahabi ini adalah ajaran sesat dan bid’ah.

Kaum Wahabi yang sesat ini menciptakan pengajian baru untuk maksud-maksud tertentu, diantaranya adalah untuk menggolongkan manusia yang datang menziarahi makam Rasulullah di Madinah, orang yang bertawasul dan amalan Ahlussunnah wal Jamaah yang lain sebagai orang “kafir” yang bertauhid Rububiyah, dan hanya yang mengikuti mereka saja yang tergolong dalam Tauhid Uluhiyah yang merupakan Tauhid sebenarnya menurut Wahabi.

WAHABI!!! SADARLAH, MARI BERSIKAP LUNAK SESAMA ISLAM DAN BERSIKAP TEGAS DAN KERAS TERHADAP ORANG KAFIR. JANGAN MENGKAFIRKAN YANG MUKMIN, DAN MENGANGGAP ISLAM YANG MUSYRIK.

Iklan
Komentar Dinonaktifkan pada PENGAJARAN TAUHID MENURUT SUNNIY VS WAHABI

%d blogger menyukai ini: